Delapan sosok penentu di Piala Eropa
Mereka menjadi tokoh penting sehingga negaranya bisa menjadi juara Piala Eropa.
Mereka menjadi tokoh penting sehingga negaranya bisa menjadi juara Piala Eropa.
ilustrasi kandang kambing (Antara/ Arief Priyono)
Bocah dua tahun di Rusia terpaksa diambil oleh pekerja sosial. Ia ternyata selama ini tinggal dengan kambing dan saat didatangi oleh pekerja sosial, sang ibu, Marina, tak berada di tempat.
Bocah yang diketahui bernama Sasha T itu, berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Tubuhnya sangat kurus, kurang nutrisi, tak bisa berbicara dan menggunakan toilet.
"Dia bermain dan tidur dengan kambing, yang tinggal satu ruangan bersamanya. Saat kami datangi, sang ibu tidak ada," kata Irina Bochkova, kepala deputi pekerja sosial Shakhti, regional Rostov, Rusia, dikutip dari Daily Mail.
Kondisi kandang kambing tentu saja sangat tidak layak bagi anak seusia Sasha T. Saat ditemukan, ia tak mengenakan pakaian, tampak sangat kedinginan dan sakit parah.
"Kami langsung membawanya dan segera ke rumah sakit. Dokter lalu mengatakan karena selama ini ia hidup tidak layak, otaknya tidak berkembang," kata Bochkova.
Berat badan Sasha T tiga kali lebih rendah dibandingkan anak normal. Sikapnya juga sangat aneh. Ia tidak mau tidur di ranjang dan justru ke area bawah ranjang untuk tidur.
"Ia juga sangat takut dengan orang dewasa. Apapun yang dilihatnya, seperti kaca dan furnitur selalu ingin dirusaknya. Ia bahkan tak bisa diajak berkomunikasi dan memegang sendok," kata Natalya Simonina, dokter yang menangani Sasha T.
Saat diberikan mainan Sasha juga tak tertarik. Ia tak mencoba memegangnya sama sekali. Kasus penelantaran ini, membuat hak asuh sang ibu akan ditinjau kembali secara hukum dan kemungkinan besar akan dicabut. (umi)
sumber: vivanews.com
Tokoh Ibnu Sina yang dikenal sebagai seorang ilmuwan dan "Bapak Pengobatan Modern" pada masa keemasan peradaban Islam, sekitar tahun 1000, ternyata juga terpandang dalam dunia astronomi.
Ibnu Sina yang disebut sebagai Avicenna oleh orang-orang Eropa adalah astronom Persia yang aktif melakukan penelitian astronomi, menggerakkan observatorium besar pada masanya di wilayah Iran.
Ma'rufin Sudibyo, astronom Indonesia, mengatakan. "Ibnu Sina adalah orang pertama yang mengamati Transit Venus. Dia mengamati dengan kamera lubang jarum."
Kamera lubang jarum adalat alat optik sederhana yang berfungsi untuk melihat fenomena langit. Kamera ini bisa dibuat dengan bahan kardus atau pipa, aluminium foil, kertas dan jarum pentul.
Ma'rufin mengatakan, pengamatan Transit Venus oleh Ibnu Sina sebenarnya dilakukan secara tak sengaja. Ibnu Sina sendiri saat itu lebih banyak mengamati fenomena-fenomena Matahari.
"Saat mengamati, ia menyaksikan ada bintik di permukaan Matahari, tampak aneh dan mencurigakan. Yang diamati diduga Transit Venus," ungkap Ma'rufin kepada Kompas.com, Senin (4/6/2012).
Pengamatan Transit Venus oleh Ibnu Sina dilakukan pada tanggal 24 Mei 1032. Pengamatan tersebut tidak terdokumentasi secara astronomis sehingga tidak diakui sebagai pengamatan Transit Venus yang resmi.
Orang pertama yang diakui dunia melakukan dokumentasi Transit Venus adalah Johannes Kepler. Kepler memprediksikan bahwa Transit Venus akan terjadi pada 6 Desember 1631 dan 8 tahun berikutnya, 1639.
Meski Ibnu Sina bukan yang pertama mendokumentasi, diakui bahwa Ibnu Sina-lah yang pertama mengamati Transit Venus. Pengamatannya menunjukkan bahwa astronomi maju dalam dunia Islam saat itu.
"Tapi, jangan dibayangkan astronomi saat itu seperti saat ini. Saat itu, astronomi fokus pada penentuan waktu untuk ibadah dan juga identifikasi bintang-bintang yang penting untuk navigasi," jelas Ma'rufin.
Rotterdam, 06/6 (Kanalbola/MSN) – Grup B merupakan grup yang diramalkan bakal paling panas dalam satge pertama putaran final Euro 2012 mendatang. Wajar saja anggapan itu, karena grup ini dihuni tiga raksasa sepakbola Eropa yakni, Belanda, Jerman dan Portugal. Satu tim lainnya adalah kuda hitam dari Skandinavia, Denmark. Bagi penyerang Belanda, Rafael van der Vaart, Euro kali ini adalah pertaruhan segalanya. [...]
Milan, 06/6 (Knalabola/MNS) – Massimiliano Allegri mengaku bahwa sepuluh tahun akan jadi waktu yang cukup buatnya untuk memutuskan pensiun. Jika memang yang diucapkannya menjadi kenyataan, maka bisa dibilang bahwa Allegri akan pensiun dini. Saat ini, mantan pelatih Cagliari ini sedang mempersiapkan AC Milan untuk mengarungi musim depan. Ini adalah tahun ketiga bagi allenatore berusia 44 tahun ini dalam memimpin skuad [...]
London, 06/6 (Kanalbola/MSN) – Kebijakan tegas dikeluarkan oleh manajer timnas Inggris Roy Hodgson terkait kegiatan dengan sponsor para pemainnya. Tidak ingin pemainnya kelelahan dengan aktivitas bersama pihak ketiga, dia memberikan jadwal khusus kapan saja mereka bisa melakukan aktivitas promosi. Inggris sebagai salah satu negara favorit di Euro 2012, banyak pemainnya yang menjalin ikatan pribadi dengan satu atau bahkan beberapa sponsor. [...]
Tetapi beberapa masyarakat mulai memanfaatkan bintang ini sebagai alternatif pengobatan, dan lintah mulai di lirik sebagai salah satu pengobatan tradisional yang dapat membantu masyarakat terlepas dari penyakit.
Salah satu tempat yang menyediakan terapi lintah di Medan adalah Thina Theraphys, yang terletak di Jl Halat No 70, tepatnya berada di samping Pasar Halat. Gadffur Syani perintis tempat ini, atau yang akrab disapa Dika merupakan lulusan sarjana komputer yang mempelajari metode terapi di Malaysia. Dan pertama kali membuka tempat terapi juga di Malaysia sejak tahun 2008, lalu kemudian kembali ke Indonesia dan memulainya pada Maret 2011 lalu.
“Mulai dari penyakit yang berat hingga penyakit yang ringan, seperti kencing manis, kolesterol, darah tinggi, asam urat, stroke, sakit kulit, dapat di sembuhkan melalui terapi lintah ini,” ungkap Dika.
Meski demikian, pasien terapi lintah tak bisa sebanyak terapis dengan media lain, sebab kebanyakan orang memang takut dan jijik dengan binatang yang satu ini.
Prince William has said that he would like to have children but is tight lipped about any baby new
Ternyata Kematian Diana Bikin Ratu Elizabeth Berubah
TEMPO.CO , London - Ketika Ratu Elizabeth II menjauh dari duka London setelah kematian Putri Diana tahun 1997, dia dikritik karena menyendiri dan tidak merespon kemarahan publik atau merasa kehilangan.
Tapi, menurut salah satu teman terdekatnya, ada hal lain di balik keputusan Ratu untuk sementara meninggalkan rakyatnya. Ratu, katanya, mengalami kekhawatiran luar biasa terutama menyangkut kesejahteraan anak Diana, Pangeran William dan Harry. Ratu, katanya, berubah seketika menjadi nenek yang penuh kasih sayang dan perhatian.
Margaret Rhodes, sepupu Ratu dan salah satu teman dekatnya sejak kecil, mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan CNN, bahwa demi William dan Harry-lah yang membuatnya tetap tinggal di Istana Balmoral. "Ia melakukan tugasnya sebagai seorang nenek," katanya.
Menurutnya, apa yang terjadi di Balmoral di pekan-pekan itu si luar dugaan siapa saja. "Dia (Ratu Elizabeth) seperti dihukum ... untuk begadang di Balmoral dengan dua anak kecil," kata Rhodes, yang berbicara menjelang perayaan untuk menandai ulang tahun ke-60 suksesi ratu.
Namun, katanya, Ratu mampu menjadi nenek yang baik. "Bayangkan dua anak kecil duduk, tak ada yang dilakukan selain kesedihan yang mendalam setelah kematian ibunya secara tragis," katanya.
Hari-hari setelah kematian Diana adalah di antara yang paling gelap dari masa pemerintahan wanita berusia 86 tahun itu. Demi kedua cucunya, ia tak meninggalkan keduanya sedetikpun. Rakyat menanggapinya sebagai: Ratu antipati pada Diana, yang menjadi simbol 'Putri rakyat' dan mereka menyulap jalan menuju Istana Buckingham berubah jadi lautan bunga.
Barulah ketika Tony Blair, kemudian menjadi perdana menteri, campur tangan, pandangan positif rakyat pada keluarga kerajaan tumbuh kembali. "Itu sangat masuk akal, mungkin bukan sebagai ratu," kata Rhodes. "Tapi dia membuat semuanya benar pada akhirnya dengan datang dan melihat semua bunga-bunga itu."
Lahir hanya beberapa bulan setelah ratu, Rhodes yang mengetahui persis kehidupan dalam keluarga kerajaan. Setelah bekerja sebagai sekretaris untuk MI6 selama Perang Dunia II, ia melayani ibu suri dan merupakan salah satu pengiring pengantin Ratu Elizabeth.
Kedua tetap bersahabat sepanjang hidup mereka. Rhodes tinggal di dekat kediaman kerajaan di Windsor Castle, sebelah barat London, di mana dia secara teratur sarapan bersama Ratu.
TRIP B | DAILY MAI